This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Selasa, 11 Juni 2013
04.44
Unknown
PELAYANGAN
Jika
dua gelombang dengan frekuensi berlainan dijumlahkan,hasilnya adalah suatu
gelombang yang terbentuknya berubah terus dengan waktu, gelombang yang kita
peroleh tidak lagi mempunyai sinus. Untuk jelasnya perhatikan
Tampaklah
bahwa hasil superposisinya bukan fungsi sinus, dan bentuknya bergantung pada
hubungan fasa antara kedua komponen gelombang.
Secara
matematika dapat kita bahas sebagai berikut, misalnya dua gelombang y1 dan
y2 menjalar dalam suatu medium dengan kecepatan sama,dan mempunyai
amplitudo yang sama pula. Gelombang y1 mempunyai frekuensi sudut w1
dan bilangn gelombang k1 sedangkan y2 mempunyai frekuensi
sudut w2
dan
bilangan gelombang k2, maka y1 dan y2 dapat
ditulis sebagai :
y1=
ym sin (k1 x
-w1
t)
; y2 = ym sin (k2
x -w2 t)
Hasil
superposisi kedua gelombang ini
y
= y1 + y2 = ym sin (k1 x -w1
t)
+ ym sin (k2 x -w2
t)
atau
y = 2 ym
sin (k2 - k1 (x)/2-
w2-w1/2)
sin (k2 - k1 (x)/2-
w2+w1/2)
Jadi
hasil penjumlahan gelombang sinus memberikan suatu gelombang dengan fungsi
gelombang tidak terbentuk sinus lagi. Partikel dalam medium tidak bergerak
selaras lagi.
Jika
frekuensi kedua gelombang y1 dan y2 hampir sama besarnya,
maka kita dapat dituliskan w1 = w
+Dw
; w2
=
w;
k1 = k +Dk; k2 =k sehingga w1
+
w2/2
=2m+Dm
/2 »
w
dan k1 + k2 / 2 » k, sedangkan w1
-
w2/2
=Dw/2
dan k1 - k2 / 2 = Dk /2
Maka
dapat ditulis sebagai berikut :
y=
2 ym cos (Dk /2 x - Dw/2t) sin (kx-wt)
Kita
dapatkan suatu gelombang sinus dengan sudut fasa (kx-wt)dan
amplitudo yang berubah dengan waktu dan tempat sebagai:
y=
2 ym cos (Dk /2 x - Dw/2t)
Hasil
superposisi dua gelombang tidak berbentuk sinus lagi. Gelombang superposisi ini
menjalar kekanan. Jika kita berdiri pada suatu tempat dan ada gelomabng bunyi
dengan bentuk fungsi gelombang . Maka gelombang bunyi ini akn terdengar
berubah-ubah kenyarigannya secara peiodik. Peristiwa ini disebut pelayangan
gelombang.
Kita
dapat memandang hasil superposisi ini sebagai suatu gelombang sinus, yaitu
dengan frekuensi sudut w dan bilangan gelombang k. Gelombang
sinus ini disebut gelombang pembawa . Amplitudo gelombang pembawa berubah
dengan waktu dan tempat menurut hubungan
A
(x,t)=2ym cos (Dkx-Dwt)
Kita
lihat bahwa amplitudo ini sendiri berbentuk fungsi gelombang dan disebut
gelombang modulasi. Jadi, kita dapat bayangkan gelombang hasil superposisi
sebagai suatu gelombang pembawa dengan frekuensi sudut w
dan bilangan gelombang k ditumpangi dengan gelombang modulasi frekuensi Dw
=w1
-w2
/2
dan bilangan gelombang Dk = k1 – k2/2 .
Frekuensi
pelayangan yang terjadi haruslah dua kali frekuensi gelomabang modulasi atau wpelayangan
= w1
-
w2
Pelayangan
gelombang dapat dipergunakan untuk mengukur ferkuensi gelombang yang tidak
diketahui. Misalkan kita mendengar suatu nada yang murni dan kita ingin
mengetahui besar frekuensinya. Jika suatu sumber bunyi standard dengan harga
frekuensi yang diketahui dan dapat diubah-ubah kita bunyikan bersama, maka kita
akan mendengar pelayanga. Makin rendah frekuensi perlayangan ini makin dekat
harga frekuensi baku dengan frekuensi yang tidak diketahui. Jika harga
frekuensi perlayangan cukup rendah, maka dengan mudah kita dapat mengukurnya ,
yaitu dengan mengukur beda waktu antara dua bunyi keras perlayangan yang
terjadi.
Seorang
pemain gitar memetik sebuah senar yang tidak harmonis bersamaan dengan nada
dari sebuah sumber yang telah bergetar dengan frekuensi yang tepat. Pemain
gitar mengatur tegangan senar dengan memutar-mutar tombol sampai tak lagi
mendengar layangan. Proses penyetalan inin menjamin bahwa senar-senar gitar telah
bergetar pada frekuensi yang tepat (harmonis).
Sumber
:
Kasli, Elisa. 2011. Gelombang. Banda Aceh :
Darussalam.
04.40
Unknown
GELOMBANG BUNYI BERDIRI (GELOMBANG STASIONER)
Syarat
gelombang berdiri untuk system ini sama seperti untuk tali yang terikat pada
kedua ujungnya, dan semua persamaan berlaku. Panjang tabung L harus merupakan
suatu bilangan bulat kali setengah panjaang gelombang. Dengan kata lain,
paanjang gelombang yang diperbolehkan adalah panjang gelombang yang sesuai
dengan panjang tabung sedemikian rupa sehingga terdapat simpul-simpul simpangan
pada tiap-tiap ujung.
L = nln / 2 , dengan n = 1, 2, 3, …
Dengan demikian, frekuensi yang
diperoleh adalah :
fn
= nV/4L = n f1 , dengan n = 1, 2, 3,
…
dengan,
f1
= nV/4L
Gelombang
bunyi dapat dianggap sebagai gelombang titik tekanan ; yaitu, getaran
longitudinal molekul-molekul udara maju mundur Karena variasi tekanan udara.
Variasi tekanan udara ini bersifat sinusoida seperti dalam gelombang harmonic.
Namun variasi tekanan dan simpangan gelombang bunyi berbeda fase 900.
Jadi, dalam gelombang berdiri simpul simpangan merupakan perut takanan dan
sebaliknya.
Jika
ujung tabung pada bagian kanan tidak tertutup namun terbuka keatmosfir, ujung
terbuka ini merupakan perut simpangan. Syarat gelombang berdiri untuk system
ini sama seperti untuk tali dan salah satu ujung tetap dan ujung lain bebas.
Panjang tabung harus sama dengan bilangan bulat ganjil kali l/4.
L = nln / 4, dengan n = 1, 2, 3, …
Oleh karena itu, frekuensi yang
diperbolehkan adalah :
fn
= nV/4L = n f1 , dengan n = 1, 2, 3, …
dengan
f1
= V/4L
sebagai frekuensi dasar.
Ujung
tabung terbuka merupakan simpangan yang didasarkan pada asumsi bahwa gelombangg
bunyi dalam tabung merupakan gelombang satu dimensi, yang mendekati kebenaran
jika diameter taabung sangat kecil dibandingkan panjang gelombang dari
gelombang bunyi. Ppada kenyataannya, perut simpangan dan simpul tekanan berada
sedikit diujung tabung yang terbuka. oleh karena itu, panjang efektif tabung
agak lebih panjang dari pada panjang sebenarnya. Jika L adalah panjang tabung
sebenarnya, dan DL adalah koreksi uujung dari
posissi perut simpangan dan simpul tekanan yang sesungguhnya. Panjang efektif
tabung adalah
Lef
= L + DL
Koreksi
ujung DL seorde dengan jari-jari. Jarak
antara dua simpul atau dua perut yang berurutan tetap 1/2l,
namun jarak dari ujung terbuka ke simpul simpangan pertama sedikit lebih kecil
dari pada 1/4l karena adanya koreksi ujung.
Bila
tinggi permukaan air mengakibatkan syarat gelombang bunyi terpenuhi, resonansi
terjadi dan energy gelombang bunyi yang bertambah dapat dideteksi oleh telinga.
Jika DL merupakan koreksi ujung tabung,
tabung akan beresonansi bila panjangnya adalah L1, yang diberikan
oleh :
L1
+ DL
= 1/2 l0
Tabung juga akan beresonansi pada
panjang L3, L5, dan seterusnya, yang diberikan oleh :
L3
+ DL
= 3/4 l0
L5
+ DL
= 5/4 l0
Dan
seterusnya. Panjang gelombang dapat diukur dengan mengukur jarak antara dua
panjang gelombang resonansi berurutan.
Misalnya :
L3
– L1 = 1/2 l0
Selanjutnya, laju dapat dicari dari :
V
= f0 l0
= 2f0 (L3 – L1)
Sumber
:
Tipler.
1999. Fisika Untuk Sains dan Teknik.
Jakarta : Erlangga.
04.37
Unknown
RESONANSI
1. Pengertian
resonansi.
Perambatan
gelombang dalam medium tidak di ikuti oleh perambatan media tapi
partikel-partikel mediumnya akan bergetar. Jika dua buah gelombang merambat
dalam suatu medium, hasilnya adalah jumlah dari simpangan kedua gelombang
tersebut. Hasilnya dari superposisi ini menimbulkan berbagai fenomena menarik,
seperti adanya pelayangan interferensi, difraksi, dan resonansi. Misalkan
superposisi dari suatu gelombang datang dengan gelombang pantulnya bisa
menghasilkan gelombang yang dikenal sebagai gelombang stasioner atau gelombang
berdiri.
Jika
gelombang datang secara terus-menerus maka akan terjadi resonansi. Resonansi
pada umumnya terjadi jika gelombang mempunyai frekuensi yang sama dengan atau
mendekati frekuensi ilmiah, sehingga terjadi amplitude yang maksimal.
Jadi
resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain
yang bergetar dan memiliki frekuensi yang sama. Resonansi sangat bermanfaat
dalam kehidupan sehari-hari. Seperti resonansi bunyi pada kolom udara dapat
dimanfaatkan untuk menghasilkan bunyi.
Gelombang
suara merupakan gelombang mekanik yang dapat dipandang sebagai gelombang
simpangan maupun sebagai gelombang tekanan. Jika gelombang suara merambat dalam
taabung berisi udara, maka antaraa gelombang datang dan gelombang yan
dipantulkan oleh dasar tabung akan
terjadi superposisi, sehingga dapat timbul resonansi gelombang berdiri jika
panjang tabung udara merupakan kelipatan dari panjang gelombang.
2. Aplikasi
resonansi pada Alat Musik.
Pemanfaatan resonansi pada alat musik banyak
sekali seperti gitar, seruling, gendang, beduk dan lainnya. Kegunaan resonansi
diantaranya adaah hanya dengan getaran yang sangat kecil akan diperoleh getaran
yang besar dan disamping itu resonasi juga digunakan untuk mengukur kecepatan
merambat gelombang suara diudara. Adapun rumus resonansi yang digunakan untuk
mengukur cepat rambat bunyi di udara adalah :
V = l.f
Keterangan :
f = frekuensi garpu tala yang diigunakan (Hz)
V = cepat rambat bunyi (m/s)
l =
Panjang gelombang (m)
3. Masalah yang ditimbulkan oleh resonansi.
Ø
Keuntungannya :
Bagian telinga yang paling penting ialah
selaput gendang pendengaran. Bagian ini meupakan selaput tipis dan mudah
beresonansi untuk tiap macam getaran. Dibagian selaput suara manusia ada udara.
Udara ini akan ikut bergetar (resonansi udara) sewaktu selaput suara bergetar
sehingga memperkuat suaramu. Itulah sebabnya suaramu diperkuat oleh resonansi
udara.
Adanya ruang resonansi pada gitar, biola,
saron, kolintang, dan kentongan dapat memperkeras bunyi alat-alat tersebut.
Ø
Kerugiaannya :
Dalam kehidupan sehari-hari, resonansi
kadang-kadang harus diredam, sebab jika tidak diredam akan dapat menimbulkan
bahaya atau bencana. Contohnya : bom atau mesin pesawat supersonik dapat memecahkan
kaca jendela bangunan dan dapat memecahkan telinga kita. Sekelompok tentara
biasanya berbaris maju dengan langkah teratur diperintahkan tidak berjalan
dengan teratur ketika sedang melalui jembatan gantung. Hal ini dilakukan untuk
menghindari hentakan-hentakan kaki serentak yang dapat menghasilkan frekuensi
yang sama atau mendekati frekuensi alam jembatan. Jika frekuensi-frekuensi
hentakan-hentakan kaki serentak sama dengan frekuensi alami jembatan, terjadi
resonansi dan jembatan ikut berayun (bergoyang) dengan hebat dan dapat runtuh.
Kejadian
runtuhnya jembatan gantungg selat tacoma,
Amerika serikat pada tahun 1940 mirip seperti diatas. Angin yang bertiup
melalui jembatan dengan kecepatan tertentu dan dengan frekuensi datangnya angin
yang ttertentu pula menyebabkan resonasi pada jembatan. Jembatan mulai berayun
dengan hebat dan akhirnya menyebabkan jembatan itu runtuh
Sumber :
Kasli,
Elisa. 2011. Gelombang. Banda
Aceh : Darussalam.
04.34
Unknown
INTENSITAS
Gelombang
memindahkan energi dari satu tempat ke tempat lain. Sewaktu gelombang melalui
medium, energi dipindahkan dalam bentuk energi getaran dari partikel satu ke
partikel lain dalam medium. Untuk gelomabng sinusoida dengan frekuensi f, partikel-partikel
bergetar harmonic sederhana sewaktu gelombang melalui partikel-partikel
tersebut sehingga setiap partikel memiliki energi E = ½ ky2, dengan
y adalah amplitude gerak partikel dan k adalah tetapan gaya. Telah anda ketahui
bahwa k = m w2
dan w
=2 πf, sehingga energi gelombang dapat kita nyatakan sebagai:
E=
1/2 m w2
y2
= 2π2 mf2 y2
Energi
ynag dipindahkan oleh gelombang biasanya dinyatakan dalam intensitas gelombang.
Intensitas gelombang (diberi lambang I) didefenisikan sebagai daya gelombang
yang dipindahkan melalui bidang seluas satu satuan yang tegak lurus pada arah cepat rambat gelombang. Secara matematis ditulis:
Jika
suatu gelombang memancar dari sumber gelombang kesegala arah, maka gelombangnya
merupakan gelombang tiga dimensi. Contohnya adalah gelombang bunyi yang
memancar diudara, gelombang gempa bumi dan gelombang cahaya.
Sumber :
Agus T, Hari s. 2006. Sains Fisika SMA/ MA 1, 2, 3. Jakarta :
PT Bumi Aksara.
Kasli, Elisa. 2011. Gelombang. Banda Aceh :
Darussalam.
04.30
Unknown
TARAF INTENSITAS BUNYI
Intensitas
bunyi adalah jumlah energi yang tiap sekonnya menembus tegak lurus suatu bidang
per satuan luas bidang. Secar matematis, intensitas bunyi dapat ditulis dengan
persamaan berikut ini :
Keterangan:
P = daya bunyi (watt)
A=
luas bidang (m2)
I
= Intensitas bunyi (watt /m2 )
Jika
sumber bunyi berupa titik dan luas bidang pendengaran yang mempunyai intensitas
yang sama akan berupa kuliat bola, maka intensitas bunyi yang sampai pada
bidang permukaan dalam bola yang mempunyai jari-jari R dirumuskan sebagai
berikut :
Intensitas
ambang pendengaran manusia normal adalah 10-16 watt/cm2 s/d
10-4 watt/cm2 pada frekuensi 1000 Hz.
Taraf
intensitas bunyi merupakan perbandingan antara logaritma intensitas bunyi(I)
dari bunyi tersebut dan intensitas ambang pendengaran (I0). Secara
matematis dirumuskan :
TI = log I – log I0 = log I/ I0
Satuan
taraf intensitas bunyi adalah bel (B). Karena 1 bel = 10 desibel ( 1 bel = 10
dB), maka :
Keterangan
:
TI = taraf intensitas bunyi (dB)
I
= intensitas bunyi (W/m2)
I0 = intensitas ambang = 10-12
W/m2
Hubungan
antara TI dari sejumlah sumber bunyi yang sejenis dan bunyikan bersama :
TIn = TI0 + 10 log n
Keterangan
:
TIn
= taraf intensitas untuk sebuah n buah sumber bunyi
TI0
= taraf intensitas untuk 1 buah
sumber bunyi
N = jumlah sumber bunyi
Hubungan
antara TI dengan perubahan jarak dari sumber bunyi :
TI2
= TI1 + 10 log (r1/r2)2
Keterangan
:
TI1
= taraf intensitas untuk sebuah n buah sumber bunyi
TI2
= taraf intensitas untuk 1 buah
sumber bunyi
r1
= jarak mula-mula dari sumber bunyi (m)
r2
= jarak kedua dari sumber bunyi
(m)
Sumber :
Agus T, Hari s. 2006. Sains Fisika SMA/ MA 1, 2, 3. Jakarta :
PT Bumi Aksara.
Kasli, Elisa. 2011. Gelombang. Banda Aceh :
Darussalam.
04.18
Unknown
GELOMBANG BUNYI HARMONIK
Gelombang
bunyi harmonik dapat di bangkitkan oleh suatu sumber yang bergetar dengan gerak
harmonik sederhana, seperti garpu tala, atau pengeras suara yang digerakkan
oleh osilator audio. Sumber yang bergetar menyebabkan molekul-molekul udara
didekatnya berisolasi dengan gerak harmonik sederhana di sekitar posisi
kesetimbangannya. Molekul ini bertumbukan dengan molekul-molekul tetangganya,
sehingga menyebabkan molekul-molekul itu berisolasi. Dengan cara demikian
gelombang bunyi dijalarkan simpangan moleku s(x, t) untuk gelombang harmonik
dapat ditulis :
s(x,
t) = s0 sin (kx - wt)
dengan s0 adalah simpangan
maksimum molekul gas dari posisi kesetimbangannya, dan k merupakan bilangan
gelombang.
k = 2p / l
dan w
adalah frekuensi sudut.
w =2 p f = 2p / T
Sebagaimana semua gelombang harmonic,
laju gelombang sana dengan frekuensi kali panjang.
v = f l =w/k
Simpangan
dari kesetimbangan yang diberikan oleh persamaan diatas sejajar dengan arah
gerak gelombang, yang artinya : bunyi merupakan gelombang longitudinal.
Simpangan ini menyebabkan variasi kerapatan udara dan tekanan udara.
Ketika
simpangan nol, perubahan tekanan dan kerapatan bernilai maksimum atau minimum. Bila
simpangan bernilai maksimum atau minimum perubahan tekanan dan kerapatan sama
dengan nol. Kita akan melihat bahwa gelombang simpangan akan menyiratkan
gelombang tekanan yang diberikan oleh :
P
= P0 sin (kx - wt
– p/2)
Dengan
p menyatakan perubahan tekanan dari tekanan kesetimbangan dan P0
adalah nilai maksimum perubahan inii. Kita akan melihat bahwa amplitudo tekanan
maksimum P0 dihubungkan ke amplitude pergeseran maksimum s0
oleh :
P0
= rwvs0
dengan v adalah laju penjalaran dan r
adalah kerapatan kesetimbangan gas.
Ketika
gelombang bunyi bergerak seiring waktu, simpangan molekul udara, kerapatan, dan
tekanan pada satu titik semuanya berubah secara sinusoidal dengan frekuensi f,
yang sama dengan frekuensi sumber yang bergetar.
Sumber :
Tipler.
1999. Fisika Untuk Sains dan Teknik.
Jakarta : Erlangga.
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed
Twitter
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)